Teringat
akan sebuah pertanyaan mahasiswa saya di hari Sabtu kemarin. Awalnya ku mengira
pertanyaannya sangat berkaitan dengan topik yang dibahas. Namun ternyata agak
sedikit bergeser ke ranah yang berbau teoritis.
Mahasiswa
tersebut tampak bingung, katanya dosen A mengatakan apabila kamu berbicara,
maka lupakanlah structure, karena structure merupakan penghambat kelancaran
speakingmu. Speakingmu terhambat karena kamu terlalu lama memikirkan tata
bahasa. Sedangkan dosen B menyarankan sebaliknya. Kamu harus menggunakan
structure, bahasamu susah dimengerti ketika bahasamu tak patuh kepada tata
bahasa. Kurang lebih seperti itulah yang ia tanyakan.
Yah,
dua kubu tersebut merupakan istilah lama. Fluency atau accuracy yang harus
diutamakan. Ya, sebagai seorang pengajar, tentunya saya tidak mungkin
memprioritaskan satu di atas yang lainnya. Karena bahasa merupakan bagian yang
sistematis yang saling melengkapi satu dan lainnya. Saya tak bisa menyarankan
mahasiswa saya focus kepada fluency dan mengabaikan accuracy, yang mana
mengakibatkan dia seperti mengigau. Bahasa toddler pun lebih mudah dimengerti
dari bahasanya. Begitu pula sebaliknya, mereka tidak boleh mengabaikan fluency,
karena lawan bicara kita akan meninggalkan kita karena terlalu lama mikir, dan
membuang waktu menunggu lawan bicaranya berujar karena terlalu lama memikirkan
tata bahasa.
Namun
satu hal yang mungkin kebanyakan orang lupa, bahwasanya grammar juga memiliki
fluency. Saya lupa dimana saya pernah membaca teori ini. Para native memiliki fluency
grammar yang tinggi, karena mereka tak memikirkan lama-lama untuk mengujar
kalimat dengan structure yang benar. Begitu pula kita sebagai pelajar bahasa
asing, kita juga dapat memiliki fluency grammar. Ambil salah satu contoh kecilnya, soal TOEFL.
TOEFL Test Section II. Peserta diberikan waktu 25 menit untuk menjawab 40 soal
structure. Kebayang kan, satu soal saja kita tidak boleh mengerjakannya lebih
dari 30 detik, ketika lebih maka salah satu soal lainnya harus menjadi tumbal.
Namun, apabila anda memiliki fluency yang baik terhadap structure, 40 soal
tersebut kita dapat mengerjakannya dalam waktu 20 menit, bahkan 15 menit.
Tergantung seberapa fluent anda dalam grammar. Peserta didikku sering
berkomentar, sebenarnya saya bisa sir mengerjakannya. Teori-teorinya sudah
semua dibahas. Tapi waktunya saja yang tak cukup. I need more time to answer
the questions. Seandainya TOEFL Test tidak dibatasi waktu, saya yakin banyak
orang yang akan mendapatkan score TOEFL Section II 670. Well, tentunya fluent
itu tak bisa terbentuk tanpa drilling. Iya, drilling mengerjakan soal-soal structure.
Selamat ber drilling pemirsa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar